Melirik Kecantikan Gua Buniayu

Sebuah kecantikan yang terpendam takkan pernah kita ketahui jika kita tidak berusaha untuk mengenalnya, menelusuri, dan menyentuhnya. Inilah Gua Buniayu yang oleh masyarakat setempat dulunya dikenal sebagai Gua Siluman.

Menurut mereka, dulunya tidak ada satupun orang yang berani datang apalagi mendekati gua ini karena mereka percaya dengan keangkeran yang dimiliki oleh gua Buniayu beserta para siluman dan makhluk-makhluk aneh yang menghuni gua cantik ini. Barangsiapa yang masuk, maka akan jatuh sakit atau mendapat mimpi buruk pada malam harinya.

Ini adalah kepercayaan masyarakat setempat kala itu, masalah percaya atau tidak itu terserah kepada keyakinan anda sendiri. Namun, menurut saya sangat disayangkan bila keanggunan berikut kemistisan yang bersembunyi di balik gua ini tidak kita singkap dan menyaksikan betapa ciptaan Tuhan tak ada bandingannya.

Selain Gua Siluman, gua ini juga dikenal dengan nama Gua Cipicung oleh warga setempat. Nama ini diambil dari nama desa yang berada di dekat gua tersebut. Namun, oleh pihak Perhutani yang berperan sebagai pengelola telah menetapkan nama Buniayu untuk gua ini.

Nama Buniayu tersebut diambil dari bahasa Sunda, yaitu kata “Buni” dan “Ayu” yang jika digabung memiliki arti “kecantikan yang tersembunyi”. Wah, tampaknya mereka tidak salah menamainya sebagai Buniayu. ;)

Gua ini terletak di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Berada di ketinggian sekitar 773m di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata mencapai 25 derajat Celcius. Gua Buni Ayu merupakan gua alam yang masih alami. Di dalamnya anda akan menemukan stalaktit, stalakmit, flow stone, coloumn, drapery, gourdam, canopy, dan ornamen gua lainnya.

Disini juga ditemui kehidupan bawah tanah seperti lipan, laba-laba, kalajengking, jangkrik, kodok, ikan gua, kadal, ular, udang, walet, kelelawar dan beberapa hewan unik lainnya. Sebagian dari hewan tersebut tidak memiliki mata, karena binatang tersebut telah mengalami perubahan fungsi indera karena pengaruh lingkungan gua yang gelap.

Hanya 20% dari gua ini yang dibuka untuk umum dan sisanya hanya bisa dieksplorasi untuk mereka yang sudah berpengalaman dengan kualifikasi, izin dan keterampilan khusus.

Goa ini terdiri dari 2 buah goa. Goa wisata dengan jarak sekitar 300 meter adalah goa yang lebih sering ditujukan untuk para wisatawan dan juga bagi mereka yang masih pemula. Goa yang kedua ditujukan untuk kalangan profesional dengan jarak 2,5 Km yang dapat ditempuh sekitar 3 hingga 5 jam perjalanan.

Sangat beruntung bagi mereka yang sudah profesional, sebab di gua yang dikhususkan tersebut memiliki ornamen yang jauh lebih indah dibanding gua yang dikunjungi oleh para pemula. Ada sungai bawah tanah, air terjun, serta danau dalam gua dengan luas sekitar satu hektar yang pasti akan membuat anda terpesona.

Jangan lupa untuk mengenakan perlengkapan khusus untuk caving, bawalah makanan dan minuman secukupnya, dan yang terpenting adalah manfaatkanlah jasa pemandu lokal dan orang-orang berpengalaman untuk mendampingi anda agar tidak tersesat.

Wana wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun empat. Jarak tempuh dari Sukabumi 26km. Kondisi jalannya umumnya baik dan beraspal. Sarana transportasi umum yang ada berupa colt dan bis menuju Sagaranten.

Gua ini sangat mudah dicapai, setelah sampai di Sukabumi langsung saja ambil jalur ke Segaraanten. Setelah sampai di pertigaan ke arah Nyalindung dan Segaranten, pilih jalur Segaraanten. Setelah sekitar 1.5 km, maka anda akan sampai di pintu gerbang Gua Buniayu. Sekitar 500 meter dari pintu gerbang anda akan bertemu dengan gua cantik ini.

Gua Buniayu ini menyimpan sejuta pesona yang menjadikannya layak dijual sebagai komoditi pariwisata. Tidak hanya pemandangan dalam guanya saja yang menarik, sekitar 3,3 kilometer dari gua juga terdapat air terjun yang cantik dan bisa anda kunjungi sekaligus mencuci lumpur-lumpur yang menempel dibadan anda ketika menyusuri si cantik Buniayu.

Air terjun ini bernama Curug Bibijilan yang mengalir di sekelompok batuan kapur dan rasakan sensasi pendakian yang unik yang bisa anda lakukan jika berkunjung ke sana suatu saat nanti.

Puas rasanya saya menyentuh sebuah ciptaan yang dianugerahi segala keanggunan di tempat ini, kesejukan alam sekitar, dan menimbulkan kedamaian dalam hati. Entah mengapa rasanya aku ingin sekali lagi berkunjung ke sini. Berkunjung ke surga-surga Indonesia benar-benar membekas dan terkenang di memori perjalanan saya. Anda patut mencobanya ;).

Serunya Bermalam di Wana Wisata Cangkuang

Beberapa hari yang lalu kami berkunjung ke Sukabumi berputar-putar mengelilingi objek-objek wisata yang indah dan penuh cerita, legenda, dan sejarah. Kali ini kita bersantai dulu di wana wisata Cangkuang yang berada di desa Cidahu Kabupaten Sukabumi yang letaknya tidak begitu jauh dari kota Jakarta. Lokasinya bersebelahan dengan Javana Spa.

Dari jalan raya utama Ciawi-Sukabumi belok kanan, masuk setelah pasar Cicurug. Setelah itu belok kanan sampai menemukan billboard “Javana Spa”. Selanjutnya, ikuti saja jalan aspal yang ada di sana yang nanti akan membimbing kita menuju wanawisata Cangkuang.

Kawasan Wana Wisata Cangkuang ini berada pada ketinggian 1.300 hingga 2.000 meter dari permukaan laut. Udara di kawasan ini tidak begitu menggigit seperti wanawisata sebelumnya, tapi sudah lumayan sejuk yakni sekitar 22 C hingga 25 C sehingga cocok untuk mereka yang tidak tahan dengan udara yang sangat dingin.

Wana wisata alam ini tidak hanya menyediakan area perkemahan untuk mendirikan tenda tapi juga menyediakan pondok penginapan untuk para pengunjung yang sedang tidak ingin tidur di tenda :D. Pondok ini mampu menampung hingga 80 orang dan hampir semua penginapan memiliki nama seperti nama tumbuhan. Ada Cantigi, Beringin, Damar, Jati, Pinus, Sonokeling, Mahoni – Puspa, Saminten – Jamuju, Kesambi – Kaliandra, dan sebagainya.

Dari atas teras penginapan anda bisa mengambil banyak gambar disana karena pemandangannya yang luar biasa, sawah, pepohonan, dan pesona lembah antara Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango.

Tapi pemandangan yang didapatkan tidak kalah indahnya jika dibandingkan dengan pemandangan jika anda berada di area hutan lindung dan memutuskan untuk tidur di tenda yang dikelilingi oleh pohon-pohon yang rimbun dan besar-besar :D. Area perkemahan ini bisa anda temui di sekitar pondok dan di kawasan hutan lindung dengan empat areal tempat berkemah.

Untuk anda yang memilih untuk mendirikan tenda sebaiknya anda membawa tenda sendiri dan carilah lokasi yang dekat dengan fasilitas kamar mandi umum dan juga dekat dengan parkiran mobil anda sehingga anda tidak perlu was-was dengan keamanan mobil anda.

Sekitar 4 kilometer dari pondok penginapan anda akan menemukan salah satu objek wisata yang sungguh luar biasa cantik. Sebuah kawah seluas 30 hektar yang didalamnya mengalir air bersuhu panas dan dingin. Selain itu di sana juga terdapat sumber air panas yang menyembur seperti air mendidih. Dialah Kawah Ratu yang sangat mempesona juga menjadi atraksi utama yang diminati sebagian besar pengunjung yang bermalam di wana wisata Cangkuang.

Di wana wisata alam ini anda juga bisa mengunjungi air terjun yang jaraknya lumayan jauh dari areal perkemahan jika dilalui dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar setengah jam atau lebih. Jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari pinggir jalan aspal (dekat pintu masuk gerbang) dengan melewati kawasan hutan pinus. Jalan setapak yang dilalui juga terkadang cukup curam dan berbatu, tapi tenang saja keindahan dan suara-suara khas hutan akan menghibur anda selama perjalanan berlangsung.

Begitu anda sudah sampai di tempat tujuan, maka rasa letih dan pegal anda selama perjalanan akan terbayar dengan keindahan yang ditawarkan air terjun/curug Cangkuang. Airnya benar-benar jernih dan indah, juga cukup hangat. Warna dasar sungainya kuning kehijauan, ini akibat endapan belerang. Nah, karena air ini mengandung asam sulfida, banyak orang yang meyakini bahwa air di sungai ini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit. Jadi sempatkanlah diri anda untuk berendam atau sekedar mencuci kaki yang lelah di curug ini sembari menikmati terjunan air yang berkilau.

Selain Curug Cangkuang masih ada beberapa curug di wana wisata ini yang menunggu anda untuk dikunjungi, seperti Curug Dua Unak yang beradak sekitar 2 km dari Curug Cangkuang. Ada juga Curug Sawer, Curug Aul dan Curug Supit yang juga masing-masing berjarak sekitar 1 km dari Curug Cangkuang. Tapi itu semua tergantung dari seberapa besar stamina anda dalam menaklukkan track-track menuju curug-curug terebut.

Nah, jika anda berjalan-jalan ke Sukabumi jangan lewatkan wana wisata alam yang satu ini.